Anchoring Effect
Anchoring berarti "menjangkarkan diri". Ini kekeliruan berpikir yang membuat kita terlalu berpegang pada angka atau informasi yang pertama kali kita terima, lalu memakainya sebagai patokan untuk semua keputusan setelahnya. Trader sering terpaku pada harga saat dia masuk posisi, target dari analis tahun lalu, atau berita pertama yang dia baca — padahal keadaan pasar sudah berubah total sejak itu.
Peringatan: halaman ini membahas cara pikir, bukan panduan level harga tertentu.
Contoh jangkar yang sering menjerat trader
- Harga saat kamu masuk. Kamu menilai harga sekarang "murah" atau "mahal" dibanding harga belimu sendiri, padahal yang seharusnya jadi patokan adalah kondisi pasar hari ini.
- Angka bulat. Angka seperti $100 atau kurs 1,0000 menarik perhatian berlebihan, padahal tidak ada apa pun secara ekonomi yang istimewa di titik itu.
- Perkiraan pertamamu di pagi hari. Ramalan tentang seberapa liar harga hari itu mengunci pikiranmu, walaupun kenyataan di pasar sudah berbeda beberapa jam kemudian.
Kenapa kamu jadi meremehkan data baru
Kalau pikiranmu sudah terjangkar, kamu jadi sulit memperbarui kesimpulan: bukti baru kamu potong dan pelintir sampai cocok dengan cerita lama yang sudah kamu percayai. Akibatnya, rencana yang sebenarnya sudah gugur tetap kamu pertahankan dengan alasan "dari awal kan arahnya naik", atau batas kerugianmu tidak kamu sesuaikan padahal harga sedang bergerak jauh lebih liar dari biasanya.
Cara meninjau ulang dengan disiplin
- Tulis dulu tanda-tanda rencanamu gugur sebelum kamu masuk posisi. Begitu salah satu tanda itu muncul, harga masukmu tidak lagi penting — keluar saja.
- Tanya ulang dari nol. Ajukan pertanyaan ini terang-terangan: "Kalau hari ini saya belum punya posisi apa pun, dengan informasi yang saya lihat sekarang, apakah saya akan masuk di harga ini?"
- Kurangi kebisingan sebelum pasar buka. Jangan menyerap angka-angka sembarangan dari komentar media sebelum kamu menyusun pendapatmu sendiri. Pakai sumber data yang sama setiap hari supaya penilaianmu konsisten.
Anchoring biasanya makin parah kalau bergabung dengan confirmation bias, yaitu kebiasaan hanya mencari bukti yang mendukung keyakinan sendiri. Keduanya membuat kamu makin sulit mengakui bahwa kamu perlu berubah pikiran.
Seri Trading Psychology: Trading Psychology · Pentingnya · Loss aversion · Endowment · Status quo · Anchoring · Confirmation · Gen & naluri · Mitos & perbaikan