Batting Average and Win/Loss Ratio

Dua metrik sederhana membantu merangkum perilaku strategi dari data yang sudah kamu kumpulkan — tetapi mereka baru bermakna jika dibandingkan dengan besar menang vs besar kalah.

Peringatan: win rate tinggi dengan rata-rata kalah besar tetap bisa menghancurkan akun. Ini edukasi angka; bukan saran trading.

Batting average (persentase menang)

Secara informal di komunitas trading, “batting average” sering berarti persentase trade yang profit dalam sampel:

batting average = jumlah trade menang ÷ jumlah trade total (dalam bentuk desimal atau persen).

Misalnya dari 50 trade, 22 profit → 44% win rate. Metrik ini tidak menjelaskan berapa besar tiap menang atau kalah.

Win/loss ratio

Salah satu definisi yang dipakai: rata-rata profit pada trade menang dibanding rata-rata rugi pada trade kalah (nilai absolut). Rasio di atas 1 berarti rata-rata menang lebih besar daripada rata-rata kalah — tetap perlu cek frekuensi dan biaya.

Expectancy (gambaran menyeluruh)

Expectancy mempertimbangkan kedua sisi: seberapa sering menang dan berapa besar hasil rata-rata per trade setelah semua outcome. Tanpa expectancy positif dalam sampel yang cukup panjang, strategi belum terbukti layak di-scaled.

Expectancy = (Winrate × Avg Win) − (Lossrate × Avg Loss)

Mini-skenario: 2 strategi dibandingkan

MetrikStrategi A (Scalper)Strategi B (Swing)
Win rate65%42%
Avg win$25$120
Avg loss$30$50
Expectancy / trade(0.65 × 25) − (0.35 × 30) = $5.75(0.42 × 120) − (0.58 × 50) = $21.4
Frekuensi10 trade/hari5 trade/minggu
Profit/bulan (20 hari)$1.150$428

Walaupun winrate-nya jauh lebih rendah, strategi B (swing) expectancy per trade-nya hampir 4× lebih tinggi. Strategi A profit lebih besar absolut karena frekuensi — tapi butuh fokus penuh harian dan rentan biaya transaksi (spread).

Take-away: winrate tinggi ≠ strategi lebih bagus. Yang penting expectancy per trade × frekuensi × waktu yang tersedia.

Contoh angka expectancy dengan R-multiple

Kalau strategi dipakai dengan SL = 1R = $50:

Tiap trade rata-rata "menghasilkan" 0.43R. Untuk 5 trade/minggu = 2.15R/minggu = ~$107.

Take-away: R-multiple = bahasa universal antar trader. Bandingkan strategi pakai R, bukan dollar (tergantung sizing).

Template kolom untuk spreadsheet

Ekspor dari jurnal kamu atau catat manual: hasil trade (positif/negatif dalam mata uang akun), kategori setup, R-multiple jika memakai konsep R. Pivot table sederhana bisa menghitung win rate per setup dan rata-rata hasil — serupa fungsi “Excel sheet” untuk review bulanan.

Kembali ke Recording Historical Trades untuk struktur jurnal awal.

Insight Trader Profesional

Van Tharp dalam Trade Your Way to Financial Freedom: "You don't need a high winrate. You need a system with positive expectancy and the discipline to follow it."

Konsekuensi praktis:

  1. Hentikan obsesi winrate. Mark Minervini publicly menyebut winrate-nya ~50%; Linda Raschke ~45%; banyak trend follower 30–40%.
  2. Sampai sample size ≥ 30 trade, expectancy belum statistically meaningful. Jangan ganti strategi dari 5 trade.
  3. Track expectancy per setup. Bisa jadi setup A profitable dan setup B rugi — drop setup B.

Trader yang konsisten profitable adalah yang konsisten mengukur, bukan yang menebak.

Checklist metrik trading

  1. Aku tracking win rate per setup, bukan agregat?
  2. Aku hitung avg win & avg loss dalam R-multiple (bukan hanya dollar)?
  3. Aku punya min 30 trade sebelum bilang strategi "valid"?
  4. Aku review expectancy bulanan?
  5. Aku punya batas evaluasi (mis. jika 50 trade berikutnya expectancy negatif → review/revisi strategi)?

Seri Trade Analisis: Recording Historical Trades

← Semua materi