Position Sizing

Position sizing menghubungkan jarak antara harga masuk dan stop dengan jumlah unit yang kamu perdagangkan — sehingga kerugian maksimum mengikuti aturan yang kamu tetapkan sebelum trade.

Peringatan: nilai pip per lot bervariasi menurut pasangan dan broker. Gunakan kalkulator akunmu untuk angka pasti.

Contoh edukatif: maksimum kerugian per trade

Banyak pedoman pemula membahas angka seperti maksimal sekitar 1–2% ekuitas per trade sebagai titik awal disiplin — bukan hukum. Artinya: jika stop kena, kerugian pada akun sekitar proporsi itu (belum termasuk slippage atau komisi).

Menghitung dari entry dan stop

  1. Tentukan harga entry dan harga stop sesuai rencana.
  2. Ukur jarak risiko dalam pip (atau persentase harga untuk konteks).
  3. Terjemahkan jarak itu ke nominal risiko dengan ukuran lot menggunakan spesifikasi kontrak broker.
  4. Sesuaikan lot ke bawah sampai nominal risiko ≤ batas yang kamu pilih.

Long dan short

Logika sizing sama: yang berbeda adalah arah stop relatif terhadap entry. Pastikan kamu menghitung berdasarkan jarak absolut ke stop, bukan asumsi “long lebih aman”.

Worked example lengkap — akun $5.000, EUR/USD swing

Setup:

Hitung lot:

Lot = Risk $ / (Jarak SL × Nilai pip per lot) = $50 / (28 × $10) = 0.179 lot

Bulatkan ke 0.18 lot (atau 0.17 untuk lebih konservatif). Verifikasi: 0.18 × 28 × $10 = $50.4 → ok.

TP plan: target di swing high terakhir 1.0930. Jarak 82 pip. R:R = 82/28 = 2.93. Profit kalau TP terkena: 0.18 × 82 × $10 = $147.6 (2.95% akun).

Take-away: lot adalah output dari setup, bukan input. Jangan pernah "kepingin trade 1 lot" lalu mencari SL.

Kesalahan umum position sizing

  1. Memakai lot sama untuk semua setup — padahal SL bervariasi 15 pip vs 80 pip. Risk dalam dolar harus konsisten, BUKAN lot.
  2. Kalkulasi tanpa swap untuk swing — posisi 3 malam bisa rugi $15–$50 dari swap di pair dengan diferensial besar.
  3. Lupa account currency mismatch — akun USD trading GBP/JPY: nilai pip tidak $10 per lot, perlu konversi.
  4. Sizing untuk profit, bukan risk — "kalau TP kena saya untung $300"; bahaya, fokus harus di risk.
  5. Compound terlalu cepat — naikkan lot setiap minggu setelah profit. Setelah 3 minggu lot 2× lebih besar tapi strategi belum tervalidasi panjang.

Alat bantu

Manfaatkan kalkulator situs ini untuk latihan angka dengan akun demo terlebih dahulu. Cek juga: Lot Size Calculator.

Insight Trader Profesional

Position sizing adalah hal nomor satu yang membedakan trader yang bertahan dengan yang blow up. Mike Bellafiore (SMB Capital) sering bilang: "Bad trades that lose 1R are part of the business. Bad trades that lose 5R are business killers."

Disiplin pro:

  1. Konsistensi risk per trade — bukan lot konsisten, tapi dollar risk konsisten.
  2. Re-size setiap minggu berdasarkan equity terbaru. Equity naik = risk dolar naik proporsional; equity turun = risk turun.
  3. Never average down losers — kalau strategi-mu butuh average down, strateginya butuh review fundamental.

Risk adalah satu-satunya variabel yang sepenuhnya kamu kontrol. Pasar tidak.

Checklist position sizing

  1. Risk dolar = % yang sudah aku set (1–2% akun)?
  2. Jarak SL diukur dari struktur (bukan angka acak)?
  3. Lot hasil kalkulasi, bukan asumsi awal?
  4. Sudah verifikasi nilai pip untuk pair-ku (account currency match)?
  5. Margin yang dibutuhkan tidak melebihi 20% free margin?
  6. R:R minimum 1.5 ke target wajar?

Seri Money Management: Protecting Your Account · Stop Losses

Sudut pandang "kesalahan" tentang overlot: Kesalahan #1: Overlot — kenapa 1 trade overlot bisa habiskan akun.

← Semua materi